DISIDANG Brigjen TNI Yus Adi dan Ni Putu Perkara Korupsi Dana TWP AD

Bagikan :
DISIDANG Brigjen TNI Yus Adi dan Ni Putu Perkara Korupsi Dana TWP AD

SuarIndonesia -Disidang terdakwa Brigjen TNI Yus Adi kamrullah dan Ni Putu Purnamasari perkara dugaan korupsi dana TWP AD, Rabu (27/2/2022) di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

“Ini dalam perkara dugaan korupsi Dana Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD) Tahun 2013 sampai 2020 dengan agenda persidangan pembacaan surat dakwaan,” kataKepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Dr Ketut Sumedana.

Adapun sidang perdana diketuai Hakim Ketua Brigadir Jenderal TNI Faridah Faisal S.H. M.H, Hakim Anggota Brigadir Jenderal TNI Hanifan Hidayatulloh, S.H. M.H dan Laksamana Pertama TNI Fahzal Hendri S.H. M.H.

Turut dihadiri Para Oditurat Militer selaku Penuntut Umum yaitu Brigadir Jenderal TNI Murod S.H. M.H., Brigadir Jenderal TNI Wirdel Boy S.H., M.H., Brigadir Jenderal TNI Estiningsih S.H. M.H., Brigadir Jenderal TNI Rokhmat S.H. M.H., Brigadir Jenderal TNI Tarmizi M. S.H. M.H.

Adapun dakwaan terhadap kedua terdakwa Kesatu
Primair  Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Subsidair  Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal ayat (1) KUHP.

Atau Kedua: Pasal 8 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sidang ditunda hingga Kamis 12 Mei 2022 dengan agenda persidangan yaitu pembacaan eksepsi dari terdakwa maupun penasihat hukum terdakwa. (*/ZI)

 

 96 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.