DISESALKAN Ketua DPRD Kalsel “Manuver” Denny Indrayana Hingga Mencaci Maki

DISESALKAN Ketua DPRD Kalsel “Manuver” Denny Indrayana Hingga Mencaci Maki

SuarIndonesia – Ketua DPRD Kalsel, Dr (HC) H Supian HK, SH, MH, menyesalkan manuver Denny Indrayana yang terus menyerang dan mencaci maki paslon lain menjelang PSU tanpa pernah menyampaikan apa yang ditawarkan kepada masyarakat jika memimpin.

“Profesor yang satu ini terlalu naïf. Paman Birin maupun Muhidin tidak pernah membuat pernyataan secara langsung yang menyerang Denny atau membuka aib lawan.

Sementara Denny justru dia sendiri yang secara terbuka menuding lawan dan membuat statement ke mana-mana.

“Denny ini belum bekerja tapi sudah mencaci maki orang lain,” kata Supian HK saat melakukan jumpa pers di DPRD Kalsel, Senin (24/5/2021).

Sisi lain beredarnya video salah satu pasangan calon gubernur jelang Pemilihan Suara Ulang (PSU) terkait
maraknya perusahaan tambang di banua juga dikritisi Ketua DPRD Provinsi Kalsel.

Menurutnya, ungkapan dari Deny Indrayana mengenai maraknya tambang apalagi jelang PSU sangat naif.

Ia sebut,  Denny Indrayana pernah menjabat sebagai Wakil Menteri l membidangi masalah hukum, dan mempertanyakan produk hukum yang telah dibuat untuk kesejahteraan masyarakat banua khususnya terkait masalah tambang.

“Ia pernah menjabat Wamen bidang hukum, kontribusi apa yang dia lakukan untuk Kalsel bahkan Indonesia,” ucapnya lagi.

Setelah maju dalam pemilihan kepala daerah, malah gencar menyuarakan perusahaan tambang yang merajalela.

Lebih jauh Supian menceritakan sewaktu dirinya menjabat sebagai Ketua Komisi III, berjuang keras untuk pencabutan izin perusahaan tambang Kalsel yang tidak sesuai dengan aturan.

“Dari 963 perusahaan tambang, sebanyak 622 izin perusahaan tambang telah berhasil dicabut,” ujarnya.

Supianmenduga, ada orang yang menyokong agar isu perusahaan tambang Kalsel untuk dinaikkan, akibat kekecewaan pelaku tambang yang tidak senang atas pencabutan izin.

“Kalau untuk perubahan silahkan lakukan, asal jangan menuding kepada orang yang telah bekerja,” katanya.

Oleh karena itu, setiap pasangan calon harus bisa menahan diri, saat jelang PSU untuk Gubernur dan Wakil Gubernur, agar tidak saling menyerang sehingga tercipta pemilihan kepala daerah berjalan dengan aman dan tentram.

Selain itu, dirinya mengkritik kinerja pihak penyelenggaraan Pemilihan umum yang dinilai lamban dalam menyikapi permasalahan.

Pasalnya, masih ada kejadian yang dapat meresahkan masyarakat, diantara belum terlaksananya penertiban spanduk tidak sesuai ketentuan.

“Penyelenggaraan Pemilu harus duduk bersama untuk menyikapi permasalahan yang terjadi,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat, Puar Junaidi mengatakan, menyangkut kritikan seharusnya mengarahkan kepada satu orang.

“Tambang di Kalsel sudah ada sejak 20 tahun yang lalu, bahkan perusahaan raksasa yang mengelola,” bebernya.

Semestinya yang harus dikritisi adalah pemerintah pusat, dikarenakan kekuasaan ada pada mereka, dan memberikan royalti terlalu kecil kepada daerah.

“Yang artinya, pemerintah daerah tidak leluasa dalam menggunakan hasil keuntungan untuk pembangunan,” ujarnya.

Dirinya berharap, dengan sentilan yang terjadi, semoga mendapatkan perhatian pemerintah pusat untuk memberikan royalti lebih besar lagi. (HM)

 1,266 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: