DIPANGGIL Sejumlah Saksi Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Alat Bukti dalam Sidang PHPU

DIPANGGIL Sejumlah Saksi Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Alat Bukti dalam Sidang PHPU

SuarIndonesia –  Kasus dugaan pemalsuan dokumen berupa surat pernyataan yang dijadikan alat bukti dalam sidang PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel Tahun 2020 terus bergulir.

“Penyidik sudah memanggil Komisioner KPU Banjar, Abdul Muthalib dan tekah dimintai keterangannya,

Senin (12/4) lalu,” kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol M Rifa’i, ditanya wartawan.

Tahap penyidikan ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalsel sudah memanggil Komisioner KPU Banjar, Abdul Muthalib.

Abdul Muthalib, membuat laporan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel.

Karena meyakini soal tandatangannya dipalsukan dalam surat pernyataan yang dijadikan sebagai bukti dalam sidang PHPU.

Dikonfirmasi terpisah, Abdul Muthalib atau yang akrab disapa Azis mengakui kalau dirinya sudah dimintai keternagan pada Senin (12/4) lalu sejak pukul 9.00 WITA.”Saya dipanggil sebagai korban,” tambah Azis.

Penyidik lanjut Azis masih menanyakan seputar surat pernyataan berisi pengakuan manipulasi perolehan suara Pilgub Kalsel Tahun 2020 di Kabupaten Banjar yang dibubuhi tandatangannya. “Pertanyaannya masih seperti kemarin,” ucap Azis.

Ia tetap berkukuh bahwa tidak pernah menandatangani surat pernyataan tersebut dan tandatangannya dalam pernyataan itu dipalsukan.

Azis mengatakan, selain dirinya, koleganya anggota KPU Banjar lainnya juga diketahui turut dipanggil sebagai saksi oleh penyidik.

Sedangkan Juru Bicara Kuasa Hukum Paslon H2D, M Raziv Barokah, ditanya awak media, sebelumnya mengatakan, Anggota Tim Hukum H2D yaitu Jurkani sudah menerima undangan dari Dit Reskrimum Polda Kalsel untuk hadir sebagai saksi pada Jumat mendatang (16/4/2021).

“Bapak Jurkani dipanggil pada hari Jumat nanti sebagai saksi,” kata Raziv.

Meski demikian, Raziv menyatakan Jurkani mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan.

Pasalnya kata dia, Jurkani di hari yang bersamaan dijadwalkan melakukan kegiatan advokasi dalam kasus hukum lainnya terkait sengketa lahan.

Sedangkan pihak Paslon H Sahbirin Noor-H Muhidin (Paman BirinMu) melalui Tim Hukum yang dinahkodai Andi Syafrani mengatakan, akan terus memonitor jalannya proses atas kasus tersebut.

“Kelanjutan kasus ini harus didorong untuk membuktikan bahwa tidak pernah ada penggelembungan suara di Kabupaten Banjar.

Dan ini penting untuk membersihkan nama pihak penyelenggara Pilkada di mana mereka seakan dituduh melakukan penggelembungan suara,” bebernya. (ZI)

 379 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: