DILAUNCHING E-TLE dan Kontribusi Pemprov Kalsel Mengalokasikan Anggaran

DILAUNCHING E-TLE dan Kontribusi Pemprov Kalsel Mengalokasikan Anggaran

SuarIndonesia– Polri launching atau luncurkan E-TLE, Selasa (23/3/2021) dan kontribusi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) akan mengalokasikan anggaran.

Program Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau sistem tilang elektronik, ini diluncuran langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, secara nasional dari RTMC Polri di Jakarta..

Turut dihadiri secara virtual oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, Pj (Pejabat) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah, anggota Forkopimda Kalsel lainnya serta Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Maesa Soegriwo dari Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel di Banjarmasin.

Pada tahap pertama, E-TLE resmi diterapkan di dua belas wilayah hukum Polda Jajaran khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera termasuk Polda Metro Jaya, Polda Jabar, Polda Jatim, Polda Jateng, Polda DIY dan Polda Riau.

Sedangkan di wilayah hukum Polda Kalsel, E-TLE dijadwalkan akan mulai diterapkan pada tahap kedua yaitu 27 April Tahun 2021.

Kepada wartawan, Kapolda mengatakan, saat ini dilaksanakan tahapan analisa, evaluasi, pemasangan perangkat elektronik, pengetesan dan sosialisasi.

“Kalau sudah siap semua kami akan laporkan ke Polri supaya segera dilaunching (di Kalsel),” katanya.

Kapolda menekankan, meskipun Polri menjadi sebagai ujung tombak pelaksananaan Program E-TLE.

Namun pada praktik dan pelaksanaan di lapangan banyak melibatkan stakeholder lainnya khususnya Pemerintah Daerah.

“Stakeholder banyak dilibatkan, khususnya Pemda karena Pemda yang punya wilayah.

Saya apresiasi kepada rekan-rekan stakeholder khususnya Pak Gubernur bersama Ketua DPRD dan Forkopimda ikut menyukseskan,” tambah Kapolda.

Jika mulai diterapkan di Kalsel, E-TLE kata Kapolda diyakini dapat meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat pengguna jalan terhadap peraturan lalu lintas.

Pengendara dibiasakan untuk mematuhi peraturan meskipun tidak ada anggota polisi lalu lintas yang berada di jalanan.

Sasaran besarnya yaitu untuk mengurangi pelanggaran yang menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Kemudian untuk membuat transparansi muncul dan ada. Interaksi antara masyarakat dan anggota kita kurangi sedapat mungkin, sehingga factor x yang dulu pernah ada kita kurangi habis,” tegasnya.

Hal ini kata dia penting untuk mengurangi terjadinya risiko penyalahgunaan wewenang oleh anggota Polisi di lapangan.

Sementara Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA menyatakan siap mendukung pelaksanaan Program E-TLE di Kalsel termasuk berkontribusi dengan mengalokasikan anggaran.

“Pemda baik provinsi dan kabupaten/kota nanti akan membantu penyiapan-penyiapan tempat, kemudian kamera dan lebih penting lagi kesiapan masyarakat.

Ya nanti kita membantu juga bantuan keuangan termasuk untuk pelaksanaan ini oleh Polda,” kata Safrizal.

Penerapan E-TLE di Kalsel akan diawali di tiga titik di Ibu Kota Provinsinya yaitu Kota Banjarmasin.

Lebih spesifik yaitu di area persimpangan lalu lintas di Jalan Pangeran Samudera, Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan A Yani Kilometer 6 Banjarmasin.

“Bertahap penerapan E-TLE, nantinya di Kalsel bisa diperluas hingga mencakup seluruh kabupaten/kota,” pungkasnya.’(ZI)

 607 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: