DILANTIK Ketua DDII Kalsel, Sekalian Launching Buku Ustadz H Chairani Idris

DILANTIK Ketua DDII Kalsel, Sekalian Launching Buku Ustadz H Chairani Idris

SuarIndonesia – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kalsel melatik ketua berserta pengurusnya untuk masa bakti 2020-2025.

Pelaksanaan pelatikan tersebut di Aula Kayuh Baimbai Balai Kota Banjarmasin, dan dilakukan oleh Sekretaris Umum DDII, Avid Solihin, dengan disaksikan Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, Sabtu (28/08/2021).

Selain melantik pengurus baru, kegiatan yang juga dihadiri Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, H Mansyah Sabri, dan pengurus DDII kabupaten kota se Kalsel itu, juga dirangkai dengan launching buku 70 tahun Ustadz H Chairani Idris.

Lebih menariknya lagi, selain digelar melalui Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring), saat itu, juga terdapat dua agenda acara yang dilaksanakan sekaligus, yakni Pembukaan Rakerwil dan Doa Islamiah Indonesia Kalimatan Selatan.

Untuk diketahui, Ustadz H Chairani Idris merupakan putra asli Kalsel yang lahir di Kalua, Kabupaten Tabalong, pada 17 Agustus 1951. Ia merupakan penggagas lahirnya Taman Kanak-Kanak Alquran (TKA) yang kini bertebaran di seluruh nusantara.

 

 

DILANTIK Ketua DDII Kalsel, Sekalian Launching Buku Ustadz H Chairani Idris (2)

 

 

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum BKPMI (Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia) Kalsel pada 1980 hingga1990.

“Selamat dan sukses atas pelantikan Ketua, Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kalimantan Selatan dan juga peluncuran atau launching buku 70 tahun Ustadz H Chairani Idris,” ucap H Ibnu Sina, saat mulai menyampaikan sambutannya.
Terkait buku 70 tahun Ustadz H Chairani Idris.

Orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini kembali mengatakan, buku tersebut patut menjadi tauladan bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

 

DILANTIK Ketua DDII Kalsel, Sekalian Launching Buku Ustadz H Chairani Idris (3)

 

 

Selain itu, dengan adanya buku tersebut, maka secara tidak langsung menggambarkan Kalsel merupakan lumbungnya ustadz dan ustadzah, mubaligh, mubalighah, sehingga sangat pantas untuk diabadikan dalam sebuah karya tulisan.

Dalam kesempatan tersebut, pemimpin Bumi Kayuh Baimbai ini juga memohon doa dan restu agar di usia ke 495 pada 24 September 2021 nanti, Kota Banjarmasin sudah memiliki sebuah museum.

“Jadi ulun kira dokumen perjalanan kota ini harus kita dokumentasikan dengan baik, dan perpustakaan atau museum itu adalah simbol peradaban sebuah kota. Jadi ke mana pun biasa kita berjalanan, pasti kita ingin tahu sejarah kota itu, sejarah tempat, sejarah etnis, sejarah berbagai macam organisasi, dan museum dan perpustakaan adalah salah satu tempatnya,” pungkasnya.(SU)

 517 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: