DIGIRING “Macan Kalsel” Perempuan Penipu Rp 1,4 Miliar

SuarIndonesia – Digiring “Macan Kalsel” ( (Subdit III Jatanras,red ) Dit Reskrimum Polda Kalsel, perempuan asal Banjarmasin berinisial FB (42) ini.

Ia terduga pelaku penggelapan atau penipuan bermodus arisan fiktif, digiring menuju Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel, Jumat (22/7).

Sambil tertunduk dan menutupi wajah, FB masuk ke ruang penyidik dikawal para personel “Macan Kalsel” (Subdit III Jatanras) Dit Reskrimum Polda Kalsel.

Upaya yang dilakukan petugas tak dapat dibilang sederhana karena mereka harus berangkat ke Malang, Jawa Timur untuk dapat mengamankan FB, yang diduga menghindar dari proses hukum yang menjeratnya.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol M Rifa’i didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Pol Hendri Budiman membenarkan penangkapan terhadap FB.

“Betul sudah diamankan. Tadi masih kita periksa sebagai saksi, setelahnya gelar perkara, diperiksa sebagai tersangka dan langsung ditahan,” ujarnya.

Diketahui, FB dilaporkan ke Dit Reskrimum Polda Kalsel oleh sembilan korban yang secara kolektif mengalami kerugian total Rp 1,4 miliar lebih akibat arisan diduga fiktif yang dibandari FB.

Para korban bersama kuasa hukumnya, M Ilham Fiqri juga turut hadir saat FB digiring Polisi ke Kantor Dit Reskrimum Polda Kalsel.

Salah satu korban, Mira Febrianti mengatakan, ia menyetorkan uang total senilai Rp 295 juta untuk mengikuti beberapa judul arisan yang dibandari FB.

“Awalnya diajak arisan Bulan November 2021, diajak by phone dan Whatsapp.
Mau ikut karena memang peserta arisan ini banyak teman-teman juga.
Tidak nyangka malah bandarnya yang bermasalah,” ujar Mira.

Selama sekitar 7 bulan mengikuti arisan itu kata dia, namanya tidak pernah muncul saat dilakukan pengundian pemenang arisan.

“Sebelumnya yang 6 orang sudah dapat, tapi indikasinya ternyata yang 6 orang menang itu fiktif juga,” ujar Mira.

Korban lainnya, Nur Listiqomah juga mengaku sudah menyetorkan uang total Rp 175 juta dan juga belum pernah namanya muncul saat pengundian pemenang arisan.

Selain karena dugaan pengundian yang telah diatur, kecurigaan bahwa uang arisan telah digelapkan makin menguat setelah bandar arisan mulai banyak alasan untuk menunda pengundian yang seharusnya dilakukan setiap bulan.

“Komunikasi terakhir katanya arisan akan tetap dicabut sesuai tanggal.
Tapi setelah itu lost contact. Sulit dihubungi itu Bulan Mei,” ujarnya yang akrab disapa Iis.

Para korban berharap, FB bisa bertanggungjawab atas perbuatannya dan mengembalikan seluruh uang yang sudah disetorkan.

Sementara itu kuasa hukum para korban, M Ilham Fiqri mengatakan, mengapresiasi Kapolda Kalsel termasuk jajaran Dit Reskrimum Polda Kalsel dalam penanganan cepat dalam merespon laporan para kliennya  (ZI)

 5,284 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!