DIGEREBEK Anggota Dit Reskrimsus Polda Kalsel Perniagaan Satwa Dilindungi

DIGEREBEK Anggota Dit Reskrimsus Polda Kalsel Perniagaan Satwa Dilindungi

SuarIndonesia – Meski sering dilakukan penangkapan dan dirazia, masih saja terjadi perniagaan satwa dilindungi.

Akhirnya digerebek lagi oleh anggota Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Dit Polda Kalsel.

Itu pada dua lokasi yakni Kota Banjarbaru dan Kabupaten Balangan dengan mengamankan  Bekantan, Beruang Madu dan jenis lainnya.

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Kalsel, Kombes Pol Masrur, Selasa (21/7/2020), membenarkan soal diamankannya berbagai jenis Satwa dilindungi tersebut.

“Tersangkanya yang diamankan beberapa waktu lalu, hingga kini dalam proses,” tambahnya.

‘Semua ada 14 ekor hewan kami amankan,” tambah Kombes Pol Masrur.

Pada penangkapan di Banjarbaru, satwa yang diamankan yakni seekor Bekantan, seekor Burung Elang Bondol, lima ekor Burung Elang Brontok, seekor Burung Tiong Mas, tiga ekor Burung Kuntul Cina dan seekor Kukang.

Sedangkan di Kabupaten Balangan, petugas Polda dibantu anggota Sat Reskrim Polres Balangan menemukan dua ekor Beruang Madu.

Keterangan dihimpun, penangkapan terhadap pelaku yang menjual Bekantan dan lainnya dilakukan petugas di rumah toko Jalan Karangso, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, Senin (13/7/2020) sekitar pukul 16.30 WITA.

Dari kronologis, pada kasus pertama, tim  dipimpin Kasubdit IV Tipidter Dit Reskrimsus Polda Kalsel, AKBP Endang A, menangkap tersnagka FJ yang menjual dua ekor beruang madu dalam keadaan hidup.

Tersangka diringkus di Jalan A Yani, Kelurahan Batu Piring, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan pada 9 Juli 2020 lalu.

Kemudian pengungkapan kedua pada 13 Juli 2020. Tersangka IR (30) ditangkap di Jalan Karang So, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara saat bertransaksi 12 ekor satwa dilindungi.

Dikatakan, dari modus operandi tersangka melakukan jual beli menggunakan sistem daring.

Namun, dalam beberapa kasus ada pula langsung tatap muka menawarkan.

Tersangka kini dilakukan penahanan dan dijerat penyidik Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Kami ingatkan kepada masyarakat untuk tidak memperdagangkan satwa dilindungi karena ada sanksi hukum bagi pelakunya.

Kami komitmen dalam penegakan hukum demi menyelamatkan satwa-satwa yang terancam punah ini agar tetap lestari hidup di alam sesuai habibat aslinya,” beber Kombes Pol Masrur.

Kemudian sejumlah hewan itu diserahkan kepada petugas BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Semua untuk dicek kesehatan, dirawat hingga waktunya nanti dilepasliarkan ke alam habitatnya.

Beberapa waktu lalu juga dari pihak BKSDA, mengambil hewan jenis lain hasil tangkapan Dit Reskrimsus.

Waktu itu di sebuah rumah di Jalan Sulawesi RT 016 RW 002 Kelurahan Pasar Lama Barjarmasin Tengah. Rumah diakui milik seorang wanita berinisial Hla.

Dan anggota didampingi pihak dari kelurahan yang diwakili Muksin selaku Kasi Trantib Kelurahan Pasar Lama, melakukan penggerebekan.

Hasilnya, petugas menemukan 17 ekor Kucing hutan jenis Kuwuk, 1 ekor hewan Kuskus Selatan dan 1 ekor burung yang langka yakni Kangkareng Hitam dalam keadaan hidup, namun kondisinya lemah.

Dari pengakuan pemilik rumah, itu sebenarnya milik MRR. Mereka digiring dan terbongkar lagi siapa pengumpulnya, yang ikut diamankan berinisial Arn.

Peran Arn mengirim satwa yang dilindungi berupa 17 ekor, dan untuk kasus yang dulu, bekasnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel.  (ZI)

 511 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: