DIGENJOT Bakauda Banjarmasin Penerimaan Pajak Daerah

DIGENJOT Bakauda Banjarmasin Penerimaan Pajak Daerah

SuarIndonesia – Untuk penerimaan pelayanan pajak di Badan Keuangan daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, jam pelayanan tidak berubah selama bulan Ramadhan dimulai pukul 08.00 sampai dengan 11.30 WITA.

Kepala Bakeuda Banjarmasin H. Subhan Nor Yaumil, SE.,M.Si, melalui Sekretaris Mahliana, SE. MM., kepada awak media mengatakan, animo masyarakat membayar pajak cukup tinggi.

Terbukti dengan penerimaan kami di triwulan pertama sudah mencapai target, khususnya di Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Setelah kita bagi SPT PBB itu ke kelurahan-kelurahan, masyarakat itu sudah mulai membayar. Walaupun jatuh temponya di bulan Agustus. Tidak ada masalah. Dan tidak ada perubahan untuk bulan Ramadhan ini,” kata Mahliana.

Dikatakan, setelah pukul 11.30 WITA itu, tidak ada lanjutan pelayanan, karena pihak bank yang membuka counter di Bakeuda untuk penutupannya pukul 12.30 WITA, untuk kasirnya kemudian melanjutkan pembayaran ke Kantor Pusat.

Namun untuk para petugas Bakeuda, tegas Mahliana, sejak pukul 11.30 WITA sampai pukul 15.30 WITA tetap berada di belakang layanan, untuk melanjutkan pekerjaan pendataan maupun pekerjaan lainnya.

Ekstensifikasi pajak yang dikelola Bakeuda tetap 9 item sesuai UU nomer 28 tahun 2009. Namun untuk ekstensifikasi pemungutan, tambah Mahliana, sudah terus berusaha seperti pajak hotel, restoran dan hiburan sudah melakukan pemasangan tapping box di berbagai counter, sebagai usaha mengontrol pemasukan dari para wajib pajak.

“Kentucky misalnya jumlah pengunjungnya atau jumlah pembayarannya pada hari ini misalnya 100 juta. Otomatis di tapping box itu nanti tertera 10 persen dari 100 juta kami dapat mengontrol bahwa mereka seharusnya membayar pajak ke Pemda sebesar penerimaan mereka,” tegas Mahliana.

Selain tapping box, pihaknya menurut Mahliana, juga sudah membuka mobil keliling, kerjasama channel kerjasama di ATM-ATM Bank Kalsel.

Café-café baru yang bermunculan, juga sudah didata oleh Bakeuda Kota Banjarmasin dan sudah mulai dipasang tapping boxnya.

“Jadi target kami dari 400 unit tapping box, sudah terpasang 406, melebihi target. Jadi kami ingin menambah lagi kerjasama dengan Bank Kalsel, karena bermunculan café-café seperti di Kayu Tangi itu dan sudah kami sasar,” ungkap Mahliana.

Kewajiban para pemilik untuk memungutkan kepada para pengunjung di masing-masing café tersebut dan para pengunjung yang disodori bill dengan pajak juga tidak keberatan karena sadar untuk pembangunan.

Di bulan Ramadhan, banyaknya café yang tutup dan membuat penyetoran pajak juga berkurang. Namun secara keseluruhan di triwulan dua biasanya tidak turun.

Untuk masyarakat yang berbelanja melalui ojek online, juga terkena pajak dan pihak Bakeuda Kota Banjarmasin juga sudah bekerjasama dengan para pelaku tersebut.

“Kita sudah kerjasama dengan pihak GoJek. Jadi mereka sudah sepakat untuk memungutkan pajak dari pembeli-pembeli tersebut. Kemarin kita sudah sosialisasikan dengan memanggil GoJeknya. Kemudian dengan pihak Kejaksaan dan Kepolisian. Supaya mereka ikut menuntun kami, memberikan sosialisasi kepada para pemungut pajak, hotel-hotel dan restoran untuk aktiflah membantu Pemda membantu memungutkan kepada konsumen pemakai jasa mereka,” Mahliana menjelaskan.

Dari para pihak ojek online mendukung Pemda untuk memungutkan pajak tersebut. Demikian juga para pembeli, yang sudah tahu akan hal itu, ditarik 10 persen dari harga.

Untuk masyarakat, pihaknya kata Mahliana, berharap agar tetap sadar untuk selalu membayar pajak. Uang pajak itu untuk semua. Dari masyarakat, untuk masyarakat juga.

“Kami dari Pemerintah Daerah mengharapkan para wajib pajak untuk tetap memungutkan. Misalnya mereka (konsumen) makan di satu rumah makan, untuk minta tolong untuk dipungutkan kepada masyarakat pajak sebesar 10 persen. Tentunya pajaknya tersebut kita gunakan dalam rangka pembangunan daerah kita juga. Membangun Kota Banjarmasin yang kita cintai ini. Misalnya untuk membangun jalan, membangun jembatan. Uang pajak itu untuk semua. Dari masyarakat, untuk masyarakat juga. Mudah-mudahan masyarakat Kota Banjarmasin tetap sadar untuk selalu membayar pajak, guna berpartisipasi di dalam pembangunan di Kota Banjarmasin ini,” pungkasnya.(SU)

 315 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: