DIGELEDAH POLISI Kantor Pertamina Banjarmasin dan Sales Area Kalselteng Dugaan Korupsi Jual-beli BBM

SuarIndonesia – Kantor Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Integrated Terminal Banjarmasin, Provinisi Kalimantan Selatan (Kalsel) atas dugaan korupsi jual-beli BBM (Bahan Bakar Minyak).

Dari informasi, Kamis (8/12/2022), kegiatan penggeledahan dalam rangka melakukan pencarian barang bukti dan dokumen lainnya, pada Rabu (7/12/2022) ini guna membuat terang tindak pidana yang sedang disidik

“Semua terkait perkara dugaan korupsi jual beli BBM solar nontunai periode 2009-2012,” kata Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Cahyono Wibowo dalam keterangannya, dikutip Antara.

Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi jual beli BBM nontunai jenis solar melibatkan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dengan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) periode 2009 sampai dengan 2012.

Ada dua lokasi yang digeledah. Penggeledahan berikutnya di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Kalselteng yang beralamat di Jalan Lambung Mangkurat Nomor 60 Kelurahan Kertak Baru Ilir Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Cahyo menyebut penggeledahan melibatkan Tim Dittipidsiber Bareskrim Polri, Tim PKN BPK RI, Ditreskrimsus Polda Kalsel, dan polsek setempat.

Dalam penggeledahan di Kantor Pertamina Kalsel, penyidik melakukan pencarian barang bukti dan dokumen terkait kegiatan transportir pengiriman BBM dari Depo BBM Kalimantan Selatan ke Tambang PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Tuhup, Kalimantan Tengah.

“Terkait dengan kegiatan pengaliran BBM dari Kantor PT Pertamina,” katanya lagi.

Sementara itu, penggeledahan di Kantor Patra Niaga Sales Area Kalselteng penyidik menyita barang bukti elektronik terkait dengan pengaliran BBM dari Kantor PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Integrated Terminal Banjarmasin kepada para transportir, baik yang menggunakan truk tangki maupun melalui jalur sungai.

“Hasil penggeledahan diperoleh tujuh unit CPU, dokumen yang terkait dengan data transaksi sistem My SAP (dari server),

Diketahui, Bareskrim telah meningkatkan status penanganan kasus dugaan korupsi ini ke tahap penyidikan sejak Agustus 2022 berdasarkan hasil gelar perkara.

Dalam rangka mengumpulkan barang bukti atau alat bukti dugaan tindak pidana tersebut, Penyidik Dittipikor Bareskrim Polri telah melakukan penggeledahan di tiga tempat secara serentak, Rabu (9/11).

Tempat penggeledahan pertama di Kantor Pusat PT Pertamina Patra Niaga (PPN) di Gedung Wisma Tugu Jalan Rasunan Said, Jakarta Selatan, di Kantor PT PPN Ruang Informasi Teknologi (IT) di Gedung Sopo Del Tower Jalan Mega Kuningan Barat Jakarta Selatan, dan Kantor PT AKT di Menara Merdeka Jalan Budi Kemuliaan Jakarta Pusat.

“Terkait perkara aquo yang telah berjalan penyidikannya, ditemukan adanya indikasi kuat timbulnya kerugian negara sebesar Rp 451,66 miliar,” kata Cahyo.

Kerugian Negara tersebut sebagai akibat adanya dugaan perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang dalam proses penjualan BBM secara nontunai antara PT Pertamina Patra Niaga dengan PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) yang terjadi pada tahun 2019 s/d 2012. (*/ZI)

 1,233 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!