DIBANTAH Keterangan Saksi Soal Terdakwa Curi Pasword, Perkara Bobol Uang di Unit BRI

Bagikan :
DIBANTAH Keterangan Saksi Soal Terdakwa Curi Pasword, Perkara Bobol Uang di Unit BRI

SuarIndonesia – Siti Rafeah Kepala Unit Bank BRI Cempaka mengakui kalau terdakwa Arinii Listiani Chalid (30) mantan Customer Service (CS) pada Unit BRI Cempaka dianggap mencuri pasword,.

Sehingga dapat mencairkan tabungan yang di blokir. Tetapi keterangan Siti Rafeah di hadapan sebagai saksi, pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pana Korupsi Banjarmasin, Senin (14/2/2022).

Ini dibantah oleh terdakwa kalau dirinya tidak pernah mencuri pasword yang dimaksud.

Walaupun di bantah terdawa Atini, teapi terdakwa ternyata dapat membobol tabungan yang diblokir, maupun pinjaman yang dicairkan kepada delapan nsabah pertusahaan bank BUMN tersebut.

Saksi Rafeah juga mengakui bahwa dirinya yang melaporkan pada atasan terhadap perbuatan terdakwa sehingga persoaan sampai ke ranah hukum.

Sementara saksi lainnya Mulyadi yang mengaksu sebagai Asisten Manager Pengawasan pada bank BUMN tersebut menyebutkan memang setelah duilakukan penelitian memang terdapat penyimpangan dalam hal pemberian kredit dengan jaminan tabungan di unit tersebut.

Baik Rafeah maupun Mulyadi mengakui kalau pasword tersebut hanya kepala unit yang mengetahui sedangan CS sendiri melakukan selama tiga tahun.

Pencurian pasword terebut dilakukan terdakwa dengan mengintip ketika kepala unit bekerja di kamarnya, karena menurut Rafeah memang terdakwa sering datang ke ruang kerjanya terkait pekerjaan.

Menurut dakwaan yang disampaikan JPU Adi Suparna dihadapan majelis hakim tindak pidana korupsi Banjarmasin yang dipimpin hakim Yusriansyah, terdakwa dalam membobol uang di tempatnya bekerja digunakan untuk kepentingan pribadi.

Dan sebagian besar digunakan mengikuti judi online.
Menurut Adi kerugian negara akibat perbuatan terdakwa tersebut mencapai Rp1 milar lebih tetapi berdasarkan perhitungan BPKP unsur kerugian negara hanya Rp 894 juta lebih setelah dikurangi adanya kekayaan terdakwa yang telah disita.

Perbuatan terdakwa tersebut JPU mematok pasal berlapis, pertama dakwaan primair pasal 2 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 KUHP,.

Subsidair pasal 3 jo pasal 18 jo pasal 64 KUHP
Lebih subsidair pasal 8 jo pasal 18 jo pasal 64 KUHP dan lebih lebih subsidair pasal 9 jo pasal 18 jo pasal 64 KUHP..(HD)

 

 

 596 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.