DIAPRESIASI, Komitmen PKC PMII ‘Bergandengan’ dengan Polda Kalsel Ciptakan Kondusif Pelantikan Presiden

DIAPRESIASI, Komitmen PKC PMII ‘Bergandengan’ dengan Polda Kalsel Ciptakan Kondusif Pelantikan Presiden

SuarIndonesia – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Polisi Yazid Fanani, mengapresiasi komitmen dari PKC  PMII (Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).

Itu tak lain akan ‘bergandengan’ serta bertekad dan nyatakan dukungan ada di belakang Polri khususnya jajaran Polda Kalsel untuk bersama-sama menjaga situasi aman, tertib dan kondusif pada pelantikan presiden dan wakil presiden serta pasca-nya.

Diketahui, pelatikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin pada 20 Oktober mendatang.

Semua disampaikan anggota PMII  pada audensi dengan Kapolda Kalsel, Rabu (9/10) diketuai Khairul Uman didampingi Al Amin, Aldi Fachrisladi Putra, Rudi Wahyudy, Mila Mahmudah, Hafiz Ansari, M. Dede Yusuf dan M Iqbal.

Ketika itu kapolda didampingi Wakapolda, Brigjen Polisi Aneka Pristafuddin,

Karo Ops, Kombes Pol Isdiyono, Direktur Intelkam, Kombes Pol Bambang Priyo Andogo, Kabud Humas, Kombes Pol M Rifai dan Kabid Propam, Kombes Pol Irianto, berlangsung di ruang Monitoring Center Polda Kalsel.

“Iya adik-adik yang datang kepada kita ini menyatakan komitmennya ciptakan  situasi aman tertib dan kondusif palantikan presiden maupun pascanya.

Terutama pula untuk situasi di banua ini,” kata kapolda.

Sebelumnya pula, mahasiswa dapat ‘wejangan’ dari kapolda tentang situasi dan kondisi serta berbagai hal yang sifatnya bisa merusak hubungan yang sudah erat serta soal hindari provokasi yang memperkeruh suasana yang sudah kondusif.

“Kalau soal perbedaan pendapat boleh, karena itu sudah ada sejak zaman dahulu.

Tapi bagaimana perbedaan itu bisa menjadi kesempakatan dan terselesaikan atau teratasi dengan baik,” ucapnya.

Sisi lain tadi seperti diungkapkan dari  PMII lanjut kapolda, juga merasa prihatin kalau selama ini ada kelompok-kelompok tertentu yang menjadikan tak kondusif.

“Jadi mahasiswa datang atas dukungan. Ini, bukan hanya kewajiban kita sebagai aparat, mahasiswa.

Tapi seluruh elemen dan masyarakat Kalsel jangan sampai terprovokasi hal yang bisa membuat perpecahan,” jelas kapolda.

Sementara Ketua PKC PMII, Khairul Uman, mengatakan, pihaknya dalam hal ini PMII Kalsel, akan bersama Kapolda Kalsel dan jajaran untuk sama menjaga kondisi situasi aman dengan kepentingan masyarakat.

“Mekanisme yang berjalan kita ikuti dan  kita juga jangan sampai tergiring dengan opini opini yang mengarahkan perpecahan.

Kemudian soal gerakan mahasiswa, tentunya sama-sama harus komitmen sesuai dengan tuntutan dan tidak melenceng.

“Kita juga siap kawal terhadap gerakan gerakan yang kiranya bisa membuat situasi tak kondusif,” ujarnya.

Ketika pertemuan juga disingung mereka empat agenda pembahasan yakni usir kelompok Taliban di KPK, meminta KPK tidak menjadi alat politik.

Kemudian periksa unsur pimpinan dan penyidik KPK, sebab ada yang sudah mengundurkan diri tetapi masih aktif dan meninggalnya mahasiswa di Kendari.

Mereka ingin tahu penanganan meninggalnya Randi dan Yusuf dalam aksi demo di Kendari.

Dan itu mendapat jawaban dari kapolda, termasuk soal ada meninggalnya mahasiswa di Kendari.

“Semua tetap diusut dan tidak tebang pilih dalam proses di mata hukum.

Ketika itu terjadi, Kapolri sendiri langsung merespon dan perintahkan turunkan tim untuk selidiki.

Dan semua sudah ditangani serta siapapun pelakunya pasti diambil upaya hukum,” tambah kapolda.

Kapolda juga sampaikan, semua menjadi pempelajaran dan semoga tak terulang lagi.

“Intinya kehadiran anggota di lapangan hanya menjamin atas keamanan ketika adik adik sampaikan aksi,” ujarnya. (ZI)

 446 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!