DIAGNOSA SENDIRI Kasus Omicron Bisa Dilakukan Banjarmasin Mulai Pekan Depan

- Penulis

Jumat, 18 Februari 2022 - 21:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Angka penularan virus Covid-19 dengan varian Omicron di Kota Banjarmasin kini sudah mencapai puluhan kasus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui bahwa kasus Omicron di Bumi Kayuh Baimbai ini sudah cukup banyak.

Dijelaskannya, hal tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan Whole Genom Sequencing (WGD) yang dilakukan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Melebihi 25 kasus. Bahkan sebenarnya kasus yang berkembang di Kota Banjarmasin ini patut diduga sebagai varian Omicron,” ungkapnya saat ditemui awak media di Balai Kota, belum lama tadi.

Bukan tanpa alasan, menurutnya mantan Wadir Administrasi dan Keuangan di RSJ Sambang Lihum Kalsel itu terlihat dari berdasarkan analisis kurva transmisi penularan yang sangat cepat terjadi.

“Ambil contoh dalam waktu 12 hari, sudah menembus angka 2.500 lebih. Ini diduga karakteristik dari varian Omicron. Meski rata-rata pertambahan 200 kasus per hari. Tapi jangan lupa, angka kesembuhannya juga tinggi,” tukasnya.

Lantas, langkah apa yang dilakukan Pemko Banjarmasin dalam menghadapi lonjakan kasus saat ini.

Terkait hal itu. Machli membeberkan, selain menggenjot capaian vaksinasi, saat ini pihaknya telah memesan reagen khusus.

Tujuannya, agar ke depan, pihaknya bisa menegakan sendiri diagnosa Covid-19. Sekaligus memastikan apakah yang menjangkiti ribuan warga Banjarmasin imi betul-betul varian Omicron.

“Insyaallah pekan depan kita sudah bisa menegakan diagnosa sendiri terkait omicron ini dengan riil,” ucapnya.

“Kalau sekarang, kan kita hanya bisa membandingkan dengan transmisi kurva yang ada dengan varian delta di tahun 2021,” lanjutnya.

Di samping itu, Machli menekankan agar kabar lonjakan kasus varian Omicron yang terdeteksi ini jangan sampai membuat panik masyarakat. Namun, tetap meminta untuk mengingatkan agar masyarakat harus tetap waspada.

“Mari mendisiplinkan diri menerapkan prokes. Kemudian bervaksin. Menjaga stamina. Lalu melindungi lingkungan sekitar. Mengingat kebanyakan sekarang Omicron itu tidak bergejala,” tekannya.

Selain itu, pihaknya juga menekankan bahwa pengetatan dilakukan sesuai dengan instruksi kementerian dalam negeri yang terbaru.

“Kami informasikan bahwa jam buka mall, hingga pertokoan modern hanya sampai jam 9 malam. Untuk acara resepsi perkawinan dan acara lainnya, itu hanya 50 persen dari kapasitas. Dimulai sejak tanggal 15 Februari hingga lima belas hari ke depan,” imbaunya.

Baca Juga :   MEMPERKUAT SINERGI Antarinstansi Penegak Hukum yang Solid

Sementara itu, ketika disinggung mengenai angka kematian yang juga meningkat, lelaki yang saat ini juga menjabat sebagai Asisten 1 di Setdako Banjarmasin, itu mengaku bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah itu disebabkan varian Omicron atau tidak.

“Karena ada beberapa keluarga yang tidak mengizinkan kami ketika ingin mengambil sampelnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Machli lantas juga mengungkapkan alasan mengapa saat ini pihaknya sempat terlambat dalam upaya membentuk kekebalan kelompok melalui percepatan vaksinasi. Khususnya, vaksinasi lansia dan anak.

Ia berdalih, karena data target capaian vaksinasi lansia yang sebelumnya, berbeda dengan data riil di lapangan berdasarkan pendataan para lurah.

Untuk persoalan itu, Machli mengklaim sudah mengantarkan surat penyesuaian data lansia secara resmi ke Kementerian Kesehatan RI.

“Sebenarnya untuk vaksinasi lansia itu hanya sebanyak 36.445 sasaran. Sedangkan data di dashboard KPC-PEN menyebut, data sasaran lansia Kota Banjarmasin, sebanyak 45.657 sasaran,” tekannya.

“Ini lah yang menyebabkan persentase vaksinasi lansia kita belum sampai angka 50 persen. Padahal bila mengacu data riil (hasil pendataan lurah) yang ada, sudah mencapai angka 63 persen,” klaimnya.

Kemudian, ia juga memaparkan beberapa faktor penyebab mengapa persentase vaksinasi untuk anak juga rendah. Yang saat ini, baru menyentuh angka 19,75 persen.

Penyebabnya, lantaran Kota Banjarmasin dianggap terlambat mendapat jatah vaksin dari kementerian. Lalu adanya kebijakan dahulu, yang menyatakan bahwa tak bisa memvaksin anak, apabila vaksinasi lansia tidak menyentuh angka capaian 60 persen. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD
BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi
PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama
PEMUKIMAN di Jalan Batu Merah Sungai Andai Membara
SEIMBANGKAN Bisnis dan ESG, CK Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan di 17 Desa Sungai Loban
DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel
KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari
MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:56

PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:40

DISIAPKAN Ratusan Titik Rumah Oksigen-Mobil Keliling Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:29

DRY ICE tidak untuk Padamkan Api tapi Mengurai Kabut Asap Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:03

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:14

KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI

Berita Terbaru

Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Batu Merah 1, RT 48 RW 04, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Jumat (23/10/2026) subuh (SuarIndonesia/DO)

Kalsel

PEMUKIMAN di Jalan Batu Merah Sungai Andai Membara

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:02

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca