DAMPAK Demo Hingga Malam Pedagang Merasa Dirugikan, Ini Pesan dan Harapan Mereka   

DAMPAK Demo Hingga Malam Pedagang Merasa Dirugikan, Ini Pesan dan Harapan Mereka   

SuarIndonesia – Dampak adanya aksi demo selama ini, pedagang mengeluh lantaran merasa dirugikan, dan inilah pesan dan harapan mereka.

Paling dikeluhkan karena adanya demo hingga larut malam. Tak hanya pedagang, tapi juga buruh penjaga parkir maupun buruh angkut di Sentra Antasari Banjarmasin sama mengeluhkan.

“Pernah itu sampai malam seperti terjadi pada 15 Oktober 2020.Kita sebenarnya tak melarang soal demo penyampaian aspirasi, tapi kalau sering dan sampai menganggu pencarian kami, ini yang kami keluhkan,” ucap Turur, ayah lima orang anak ini yang mangkal jualan bakso dan mie yamin, kepada wartawan, Selasa (3/11/2020) petang lalu.

Tutur mengaku omzet turun hingga 70 persen akibat sepinya pembeli ketika demo berlangsung.“Situasi sudah pandemi virus corona yang membuat dagangan kami sepi, eh sekarang ditambah lagi demo.

Ini juga membuat pengunjung kuatir ke pasar ya takut ricuh,” ujar Tutur. Ia sebut, tiap hari biasa meski di masa pandemic, masih bisa mendapatkan keuntungan kotor Rp500 ribu.

Namun ketika ada aksi demo yang hingga malam hari, pendapatan hanya Rp250 ribu. Pedagang lainnya berharap aksi serupa tak lagi terulang.

“Semua agar masyarakat seperti dirinya tak ikut dirugikan. Kami pedagang tidak melarang adanya demo.Tapi sesuai aturan, kalau batas waktunya, ya sudah bubar jangan sampai malam,” tambah Madi, seorang pedagang sayur.

Diketahui aksi dilakukan sebelumnya hingga soal pengesahkan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada Senin 2 November 2020.

“Kalau pedagang asongan minuman, bolehlah laku karena di lokasi demo. Tapi pendapatan kami di sini sangat menurun. Alasannya, orang jadi males ataupun takut ke pasar karena ada demo hingga ada beberapa ruas jalan ditutup dan sampai malam hari,” tambah Madi.

Madi mewakili pedagang sayur berharap aksi demo sesuai dengan aturan dan jam diberlakukan. Lain lagi cerita Nuryadi, seorang buruh angkut yang mewakili temannya mengaku tidak mendapatkan orderan angkut barang ketika adanya demo.

“Kami ini kan kerja shift, ada buruh siang dan buruh malam. Kalau demo terus apalagi sampai malam yang siang jadi tidak bisa kerja karena pasokan barang dari Pelabuhan Trisakti terganggu,” keluhnya

Sementara secara terpisah, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol M Rifa’i katakanb, kalau ada sejumlah kelompok masyarakat surati ke polisi agar aksi demo dapat ditertibkan sesuai aturan. “Bahkan ada pula beberapa Ketua RT di wilayah sekitar lokasi unjuk rasa menyurati Kapolresta Banjarmasin,” ujarnya. (ZI)

 163 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: