BOSNYA KABUR, Bagaimana Nasib Tentara Wagner Group di Ukraina?

- Penulis

Senin, 26 Juni 2023 - 22:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Tentara Wagner Group saat menyerang kota Rostov, Russia. (foto: war_breaking_news)

Tentara Wagner Group saat menyerang kota Rostov, Russia. (foto: war_breaking_news)

SuarIndonesia – Bos tentara bayaran Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, setuju untuk meninggalkan Rusia menuju Belarus usai melakukan upaya pemberontakan melawan Moskow.

Upaya pengkhianatan Prigozhin dan Wagner Group akhir pekan kemarin disebut sebagai salah satu ancaman paling serius bagi pemerintahan Presiden Vladimir Putin dalam beberapa dekade terakhir.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, memastikan kesepakatan dengan Prigozhin usai upaya pemberontakan, telah disetujui.

“Anda bertanya kepada saya apa yang akan terjadi pada Prigozhin secara pribadi? Kasus pidana akan dibatalkan terhadapnya. Dia sendiri akan pergi ke Belarus,” kata Peskov, dikutip dari CNNIndonesia, Senin (25/6/2033).

Peskov menegaskan bahwa Kremlin saat ini tidak mengetahui di mana lokasi pasti keberadaan Prigozhin.

Sementara itu pasukan Wagner yang ikut dalam pemberontakan selama akhir pekan kemarin, diizinkan untuk menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Lantas setelah Prigozhin “kabur” ke Belarus, bagaimana nasib para tentara Wagner yang masih berjuang di Ukraina atas nama Rusia?

Dilansir New York Times, hingga kini masih belum jelas apakah Wagner tetap menjadi kekuatan tempur Rusia di medan perang. Nasib mereka pun hingga kini dipertanyakan.

Hingga saat ini, status Wagner Group yang tak pasti bisa sedikit “melegakan” tentara Ukraina.

Meskipun garis depan perang di Ukraina mungkin tak akan berubah dalam waktu dekat, namun beberapa pengamat menilai militer Ukraina bisa memanfaatkan situasi ini untuk membuat langkah menguntungkan.

“Hubungan sebelumnya antara Wagner dan pemerintah Rusia kemungkinan besar sudah berakhir,” kata peneliti senior Foreign Policy Research Institute, Rob Lee, mengutip New York Times.

Ia menambahkan, “Bahkan seandainya ini tidak terjadi, tidak jelas apakah Wagner akan memainkan peran yang sama dalam perang ini seperti dalam pertempuran untuk Bakhmut.”

Menhan Rusia Tinjau Pos Komando Garis Depan Pertempuran

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu memeriksa pos komando depan kelompok pasukan ‘Barat’ yang mengambil bagian dalam operasi militer negara itu.

Kabar tersebut diungkap Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia pada Senin (26/6/2023).Laporan ini muncul setelah upaya kudeta yang gagal oleh kelompok tentara bayaran Wagner.

“Selama kunjungan tersebut, Shoigu mendengar laporan dari komandan pengelompokan, Kolonel Jenderal Evgeny Nikiforov, tentang situasi di garis depan, manuver yang dilakukan pihak Ukraina, dan tugas operasional yang dilakukan militer Rusia,” ungkap pernyataan Kemhan Rusia, dilansir Russia Today.

Nikiforov juga memberi tahu menteri tentang persiapan resimen cadangan baru untuk pengelompokan ‘Barat’ dan koordinasi tempur mereka.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

“Shoigu mencatat efektivitas tinggi dari pasukan Rusia yang beroperasi di dan dekat Wilayah Kharkov Ukraina,” papar pernyataan Kemhan Rusia, seperti dikutip sindonews, Senin (26/6/2023).

Dia juga mengatakan perhatian khusus harus diberikan untuk memastikan pasukan Rusia diberikan semua yang mereka butuhkan, dan ditampung dengan aman.

Menurut Kementerian Pertahanan, “Kepemimpinan pengelompokan ‘Barat’ ditugaskan untuk melanjutkan pengintaian aktif untuk mengungkap rencana musuh terlebih dahulu, dan mencegah implementasi mereka dari pendekatan jarak jauh ke garis kontak.”

Kementerian juga menerbitkan video, menunjukkan Shoigu dan Nikiforov terbang di atas area tersebut dengan helikopter dan menteri berbicara dengan komandan, dan diperlihatkan peta di pos komando.

Awal bulan ini, Ukraina meluncurkan serangan balasan yang telah lama diantisipasi di sepanjang garis depan, tetapi menurut Moskow, sejauh ini gagal mencapai kemajuan yang signifikan.

Kiev mengklaim merebut beberapa desa kecil, yang tampaknya jauh dari garis pertahanan utama Rusia.

Selama pertemuan Dewan Keamanan Rusia pekan lalu, yang diketuai Presiden Vladimir Putin dan dihadiri Shoigu dan pejabat tinggi keamanan lainnya, diumumkan antara 4 Juni dan 21 Juni Ukraina telah kehilangan 246 tank, termasuk 13 unit yang dipasok oleh Barat, 152 kendaraan tempur infanteri, dan lebih dari 13.000 tentara.

Sejumlah pakar menyebut kemajuan Ukraina dalam serangan balasan ini sangat kecil dan kerugian yang dialaminya sangat besar. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:53

SEIMBANGKAN Bisnis dan ESG, CK Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan di 17 Desa Sungai Loban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:53

DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:12

MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:02

AKSI MEMANAS, Pagar Rumah Banjar Roboh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:44

KARHUTLA Dua Titik Lokasi Rawan di Banjarbaru, Kapolda Kalsel Langsung Turun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:31

KAWANAN BEKANTAN Keluar dari Habitatnya Menuju Area Dekat Jalan Raya A Yani Km 17 Gambut

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:16

1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:03

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jiexpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara/Fauzan)

Nasional

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:19

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan pidato dalam acara

Nasional

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:04

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca