BERHARAP BANTUAN APBN untuk Perbaiki Jalan Simpang Pengambangan, Jika Tak di Perubahan

Bagikan :
BERHARAP BANTUAN APBN untuk Perbaiki Jalan Simpang Pengambangan, Jika Tak di Perubahan

SuarIndonesia — Warga di Jalan Simpang Pengambangan terpaksa harus kembali bersabar agar kondisi rusaknya jalan di kawasan pemukiman di sana mendapatkan sentuhan perbaikan infrastruktur.

Pasalnya, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menekankan bahwa penanganan Jalan Simpang Pengambangan tak bisa dimasukan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Banjarmasin tahun 2022.

“Kalau di anggaran perubahan tak sempat, anggaran murni di 2023 kalau mau,” ucapnya saat ditemui awak media belum lama tadi di Balai Kota.

Menurutnya, perbaikan jalan lingkungan di kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Saya tidak tahu persis berapa. Tapi, itu tentu akan dinilai ulang oleh Dinas PUPR,” ungkapnya.

Meski tak sempat lagi dimasukan di anggaran perubahan, Ibnu mengaku telah mengusulkan bantuan perbaikan ke pihak Balai Sungai, agar perbaikan itu sepenuhnya ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Saat ini kami menunggu apakah mendapat persetujuan, untuk melakukan pembangunan dari APBN,” ungkapnya.

Baca Juga :

BAKAL DIPANGGIL Komisi III, Dinas PUPR Terkait Kondisi Jalan Simpang Pengambangan

“Kalau dari APBD kota sebenarnya sangat mungkin. Tapi, tentu biayanya akan terus membengkak karena kian lama kawasan itu kian tergerus,” lanjutnya.

Lebih jauh, Ibnu juga menjelaskan, bahwa dahulu kawasan Jalan Simpang Pengambangan itu masih menjadi perdebatan. Apakah masuk dalam kategori bencana atau tidak, lantaran kawasan yang berada di pinggir sungai itu tergerus oleh aliran sungai.

“Kemudian, di tahun 2018 sebetulnya mau ditangani melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Pelaksana Kotaku, saat itu memberikan penilaian bahwa penanganan bisa dilakukan, karena termasuk kawasan kumuh,” jelasnya.

Namun, lantaran anggaran yang dibutuhkan cukup besar, penanganan pun ditunda ke tahun 2019 untuk ditangani oleh Disperkim Kota Banjarmasin.

“Saat itu disperkim juga sudah mengusulkan penanganan. Namun, lantaran adanya pandemi, penanganan pun jadi tertunda karena ada refocusing anggaran,” tutupnya.

Seperti diketahui, penanganan jalan lingkungan Simpang Pengambangan ini, kini juga diserahkan ke Dinas PUPR Kota Banjarmasin. Sayangnya, dari tahun ke tahun, dinas terkait tak jua kunjung bisa menangani. Alasannya selalu sama. Karena ketiadaan anggaran.

Padahal, sudah puluhan tahun, jalan lingkungan itu rusak parah lantaran abrasi. Alhasil, kini jalan di kawasan itu pun hampir sepenuhnya lenyap.

Di sisi lain, akses jalan lingkungan ini cukup vital. Selain para orang tua, anak-anak setempat juga melintasi jalanan itu untuk pergi ke sekolah.

Belakangan, sekitar lebih sebulan belakangan, warga yang lelah menunggu kepastian perbaikan jalan lingkungan pun berembuk. Warga patungan dana seikhlasnya, terkumpul Rp2,6 juta.

Warga, lalu membuat titian darurat agar kawasan jalan yang menghubungkan tiga rukun tetangga (RT), yakni RT 9, RT 10 dan RT 29 itu setidaknya bisa dilintasi.(SU)

 163 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.