BEM KALSEL Desak untuk Memeriksa Ulang RTRW dan Audit Perizinan Industri Ekstraktif Hingga Merehabilitasi Kerusakan Hutan

BEM KALSEL Desak untuk Memeriksa Ulang RTRW dan Audit Perizinan Industri Ekstraktif Hingga Merehabilitasi Kerusakan Hutan

SuarIndonesia – Mahasiswa tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai Perguruan Tinggi audiensi dengan DPRD Provinsi Kalsel.

Mereka disambut Ketua Dewan, guna menyuarakan tuntutannya, Rabu (7/4/2021).

Dalam audiensinya, Koodinator wilayah BEM Se Kalimantan, Rinald mendesak pemerintah khususnya Kementerian terkait diwajibkan untuk memeriksa ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan mengaudit seluruh perizinan industri ekstraktif

Dan menyusun skema pembangunan yang mengedepankan keselamatan warga serta pemerintah Provinsi Kalsel agar segera membuat mitigasi regional bencana.

Selain itu mahasiswa juga menuntut pemerintah merehabilitasi kerusakan hutan yang terjadi karena eksploitasi berlebihan perusahaan sehingga alam rusak.

Ekosistemnya memang dirusak oleh perizinan tambang dan sawit. Kawasan-kawasan yang punya fungsi ekologi terganggu, semisal
kawasan gambut, hulu, badan sungai.

Menuntut pemerintah mencabut izin tambang dan perkebunan sawit dan melakukan audit terhadap masing-masing perusahaan yang terlibat, daripada buang-buang anggaran penanggulangan setiap kali bencana tiba.

“Terkait limbah batubara, kami sudah ingatkan sejak tahun lalu, bahwa Omnibuslaw bakal jadi bumerang bagi Kalsel yang menjadi salah satu daerah penghasil batubara terbesar.

Kita temukan di Kotabaru dari perusahaan tambang yang baru buka sudah ditemukan pencemaran di air dan debu-debu akibat aktifitas pertambangan,” jelas Rimadi dalam forum.

Sementara Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK mengaku mendukung upaya mahasiswa dalam menjaga lingkungan.

Menurutnya mahasiswa juga harus aktif memperjuangkan kelestarian lingkungan. Tidak hanya dari DPRD maupun lembaga lain.

“Apalagi dalam rapat juga sudah ada instansi teknis yang kita hadirkan dari DLH dan kehutanan,” ujarnya.

Mahasiswa jelasnya harus dilibatkan dalam pengawasan lingkungan sehingga lingkungan Kalsel dapat terjaga bersama dengan masyarakat yang menyampaikan dari sosialisasi ke masyarakat.

“Bisa melalui penelitian maupun skripsi mereka harus mendukung upaya menjaga lingkungan,” tambahnya. (HM)

 

 185 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: