BELGOROD Umumkan Keadaan Darurat Usai Diserbu Ukraina

- Penulis

Rabu, 14 Agustus 2024 - 22:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendaraan militer melaju di dekat perbatasan Rusia-Ukraina di wilayah Sumy, Ukraina pada Selasa (13/8/2024). (AP/©Evgeniy Maloletka)

Kendaraan militer melaju di dekat perbatasan Rusia-Ukraina di wilayah Sumy, Ukraina pada Selasa (13/8/2024). (AP/©Evgeniy Maloletka)

SuarIndonesia — Otoritas Belgorod di Rusia menetapkan keadaan darurat pada Rabu (14/8) waktu setempat, saat penyerbuan pasukan Ukraina terus berlanjut. Otoritas Belgorod menyebut situasinya “sangat sulit” di wilayah perbatasan yang dibombardir oleh Ukraina tersebut.

“Situasi di wilayah Belgorod masih sangat sulit dan tegang akibat gempuran dari Angkatan Bersenjata Ukraina. Rumah-rumah hancur, warga sipil tewas dan terluka,” tutur Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, dalam pernyataan via Telegram, seperti dikutip detikNews dari AFP, Rabu (14/8/2024).

Dia menambahkan bahwa mulai Rabu (14/8) waktu setempat, keadaan darurat akan mulai diberlakukan di Belgorod.

“Keadaan darurat akan diberlakukan di tingkat regional, diikuti dengan permintaan kepada komisi pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat federal,” ucap Gladkov dalam pernyataannya.

Wilayah Belgorod di Rusia yang berbatasan dengan Kharkiv di Ukraina, merupakan wilayah tetangga Kursk yang menjadi target penyerbuan awal Kyiv sejak pekan lalu. Penyerbuan Ukraina yang dilakukan secara mendadak itu tercatat sebagai serangan lintas perbatasan paling signifikan di Rusia sejak Perang Dunia II.

Gladkov, dalam pernyataannya, menyebut Belgorod juga diserang oleh drone-drone militer Ukraina.

“Dua permukiman di wilayah Belgorod diserang oleh drone-drone Angkatan Bersenjata Ukraina. Tidak ada korban jiwa,” sebutnya.

“Di Shebekino, akibat beberapa serangan drone terhadap sebuah gedung apartemen, satu apartemen terbakar dan puing-puing bangunan runtuh. Jalur pasokan gas juga rusak,” imbuh Gladkov.

Gubernur Kursk, Alexei Smirnov, telah menetapkan keadaan darurat di wilayahnya sejak pekan lalu, menyusul penyerbuan pasukan Ukraina, yang menurut otoritas setempat telah menembus setidaknya 12 kilometer ke dalam wilayah tersebut dan merebut 28 kota dan desa setempat.

Presiden Vladimir Putin, pada Senin (12/8/2024) waktu setempat, memerintahkan militer Rusia untuk “mengusir” pasukan Ukraina yang menyerbu negara tersebut.

Laporan Smirnov menyebut sekitar 121.000 orang telah dievakuasi dari Kursk sejak dimulainya pertempuran. Dia melaporkan bahwa sedikitnya 12 warga sipil tewas dan 121 orang lainnya mengalami luka-luka akibat pertempuran itu.

Otoritas Kursk mengumumkan pada Senin (12/8) bahwa mereka memperluas area evakuasi hingga mencakup distrik Belovsky, yang ditinggali sekitar 14.000 orang. Otoritas Belgorod juga mengatakan pihaknya sedang mengevakuasi distrik perbatasannya, Krasnoyaruzhsky.

Zelensky: Klaim Kuasai 74 Wilayah Kursk Rusia

Sementara itu, presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim telah menguasai 74 permukiman di Kursk dalam ‘invasi’nya di wilayah Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim telah menguasai 74 permukiman di Kursk dalam ‘invasi’nya di wilayah Rusia. (AFP/Roman Pilipey)

Dalam pidato pada Selasa (13/8), Zelensky mengatakan pasukan Ukraina terus maju ke dalam wilayah Kursk dan menahan tawanan Rusia.

“Ada 74 permukiman yang berada di bawah kendali Ukraina,” kata Zelensky, seperti dikutip CNNIndonesia dari Al Jazeera.

Ini merupakan pernyataan kesekian Zelensky mengenai ‘invasi’ Ukraina di wilayah Rusia yang telah diluncurkan sejak Selasa (6/8/2024) pekan lalu.

Panglima militer Ukraina, Oleksandr Syrskyii, saat itu mengatakan Kyiv telah menguasai sekitar 1.000 kilometer persegi Kursk dalam serangan pada pekan lalu tersebut.

Operasi ini pun menjadi bukti bahwa Ukraina mampu merebut dan mengambil alih peperangan yang diluncurkan Rusia sejak Februari 2022 silam.

Serangan Ukraina ini disebut-sebut membuat Rusia terkejut. Tak lama setelah ‘invasi’ Ukraina ini, Moskow langsung mengerahkan dan memfokuskan pasukannya ke Kursk.

Baca Juga :   RACE MotoGP Inggris 2026: Fernandez Juara Ungguli Martin dan Bezzecchi

“Kendaraan berat telah dimuat ke trailer untuk dikirim segera ke daerah di mana formasi Angkatan Bersenjata Ukraina sedang diblokir. Pengerahan ini juga dilakukan untuk memastikan keamanan permukaan jalan,” demikian laporan militer, seperti dikutip detikNews dari Al Jazeera.

Rusia juga memerintahkan warga di kawasan tersebut untuk evakuasi pada Senin (12/8/2024). Perintah itu dikeluarkan seiring dengan upaya Kremlin menahan serangan dari Ukraina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, mengatakan operasi Kyiv ini bukan dimaksudkan untuk menginvasi Kremlin, melainkan mengusir prajurit Rusia yang menyerang Ukraina dari sana.

Tykhyi berujar Rusia telah meluncurkan lebih dari 2.000 serangan dari Kursk yang menargetkan wilayah Sumy, Ukraina, sejak awal musim panas.

Serangan-serangan ini yang ingin dihentikan tentara Ukraina agar tak ada lagi nyawa warga sipil yang terancam.

“Saya ingin menekankan bahwa tidak seperti Rusia, Ukraina tidak butuh sesuatu yang merupakan milik orang lain. Ukraina tidak tertarik mengambil alih wilayah Kursk, kami ingin melindungi nyawa rakyat kami,” kata Tykhyi dalam konferensi pers di Kyiv, seperti dikutip detikNews dari Anadolu Agency, Selasa (13/8/2024).

Putin: Usir Tentara Ukraina dari Rusia

Selanjutnya, presiden Rusia Vladimir Putin memberi perintah keras terkait serangan pasukan Ukraina di wilayah Rusia. Dia meminta tentara Ukraina segera diusir dari Rusia.

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Sputnik/Gavriil Grigorov/Kremlin via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights)

Dilansir AFP, pasukan Ukraina telah melakukan serangan ke salah satu lapangan terbang militer Rusia yang berjarak ratusan kilometer dari perbatasan Ukraina pekan lalu. Otoritas wilayah setempat pun memerintahkan evakuasi karena adanya serangan drone secara ‘besar-besaran’.

Serangan tersebut merupakan serangan paling signifikan di wilayah Rusia sejak perang dengan Ukraina dimulai pada 2022. Wilayah bernama Lipetsk, yang menjadi lokasi serangan itu, berjarak 330 kilometer dari perbatasan Ukraina.

Dilansir The Guardian dan Reuters, pasukan Ukraina juga bergerak menuju ke sebuah desa yang berjarak sejauh 20 kilometer di dalam wilayah Kursk, Rusia. Laporan Reuters, yang mengutip sejumlah pejabat Rusia, menyebut sekitar 1.000 tentara Ukraina menyerbu perbatasan Rusia pada Selasa (6/8/2024) dini hari lalu.

Perintah evakuasi diberikan saat militer Rusia berjuang menangkal penyerbuan pasukan militer Ukraina terhadap wilayah Kursk sejak pekan lalu.

“Musuh aktif di perbatasan distrik Krasnoyaruzhsky,” tutur Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, dalam pernyataan yang disampaikan via Telegram, seperti dilansir AFP, Senin (12/8).

“Demi kesehatan dan keamanan penduduk kami, kami mulai memindahkan orang-orang yang tinggal di Krasnoyaruzhsky ke tempat-tempat yang lebih aman,” imbuhnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:13

BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:08

PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:02

PEMUKIMAN di Jalan Batu Merah Sungai Andai Membara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:53

DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:49

KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:42

BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan

Berita Terbaru

Kalsel

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:21

Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Batu Merah 1, RT 48 RW 04, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Jumat (23/10/2026) subuh (SuarIndonesia/DO)

Kalsel

PEMUKIMAN di Jalan Batu Merah Sungai Andai Membara

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:02

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca