SuarIndonesia — Otoritas Belgorod di Rusia menetapkan keadaan darurat pada Rabu (14/8) waktu setempat, saat penyerbuan pasukan Ukraina terus berlanjut. Otoritas Belgorod menyebut situasinya “sangat sulit” di wilayah perbatasan yang dibombardir oleh Ukraina tersebut.
“Situasi di wilayah Belgorod masih sangat sulit dan tegang akibat gempuran dari Angkatan Bersenjata Ukraina. Rumah-rumah hancur, warga sipil tewas dan terluka,” tutur Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, dalam pernyataan via Telegram, seperti dikutip detikNews dari AFP, Rabu (14/8/2024).
Dia menambahkan bahwa mulai Rabu (14/8) waktu setempat, keadaan darurat akan mulai diberlakukan di Belgorod.
“Keadaan darurat akan diberlakukan di tingkat regional, diikuti dengan permintaan kepada komisi pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat federal,” ucap Gladkov dalam pernyataannya.
Wilayah Belgorod di Rusia yang berbatasan dengan Kharkiv di Ukraina, merupakan wilayah tetangga Kursk yang menjadi target penyerbuan awal Kyiv sejak pekan lalu. Penyerbuan Ukraina yang dilakukan secara mendadak itu tercatat sebagai serangan lintas perbatasan paling signifikan di Rusia sejak Perang Dunia II.
Gladkov, dalam pernyataannya, menyebut Belgorod juga diserang oleh drone-drone militer Ukraina.
“Dua permukiman di wilayah Belgorod diserang oleh drone-drone Angkatan Bersenjata Ukraina. Tidak ada korban jiwa,” sebutnya.
“Di Shebekino, akibat beberapa serangan drone terhadap sebuah gedung apartemen, satu apartemen terbakar dan puing-puing bangunan runtuh. Jalur pasokan gas juga rusak,” imbuh Gladkov.
Gubernur Kursk, Alexei Smirnov, telah menetapkan keadaan darurat di wilayahnya sejak pekan lalu, menyusul penyerbuan pasukan Ukraina, yang menurut otoritas setempat telah menembus setidaknya 12 kilometer ke dalam wilayah tersebut dan merebut 28 kota dan desa setempat.
Presiden Vladimir Putin, pada Senin (12/8/2024) waktu setempat, memerintahkan militer Rusia untuk “mengusir” pasukan Ukraina yang menyerbu negara tersebut.
Laporan Smirnov menyebut sekitar 121.000 orang telah dievakuasi dari Kursk sejak dimulainya pertempuran. Dia melaporkan bahwa sedikitnya 12 warga sipil tewas dan 121 orang lainnya mengalami luka-luka akibat pertempuran itu.
Otoritas Kursk mengumumkan pada Senin (12/8) bahwa mereka memperluas area evakuasi hingga mencakup distrik Belovsky, yang ditinggali sekitar 14.000 orang. Otoritas Belgorod juga mengatakan pihaknya sedang mengevakuasi distrik perbatasannya, Krasnoyaruzhsky.
Zelensky: Klaim Kuasai 74 Wilayah Kursk Rusia
Sementara itu, presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim telah menguasai 74 permukiman di Kursk dalam ‘invasi’nya di wilayah Rusia.

Dalam pidato pada Selasa (13/8), Zelensky mengatakan pasukan Ukraina terus maju ke dalam wilayah Kursk dan menahan tawanan Rusia.
“Ada 74 permukiman yang berada di bawah kendali Ukraina,” kata Zelensky, seperti dikutip CNNIndonesia dari Al Jazeera.
Ini merupakan pernyataan kesekian Zelensky mengenai ‘invasi’ Ukraina di wilayah Rusia yang telah diluncurkan sejak Selasa (6/8/2024) pekan lalu.
Panglima militer Ukraina, Oleksandr Syrskyii, saat itu mengatakan Kyiv telah menguasai sekitar 1.000 kilometer persegi Kursk dalam serangan pada pekan lalu tersebut.
Operasi ini pun menjadi bukti bahwa Ukraina mampu merebut dan mengambil alih peperangan yang diluncurkan Rusia sejak Februari 2022 silam.
Serangan Ukraina ini disebut-sebut membuat Rusia terkejut. Tak lama setelah ‘invasi’ Ukraina ini, Moskow langsung mengerahkan dan memfokuskan pasukannya ke Kursk.
“Kendaraan berat telah dimuat ke trailer untuk dikirim segera ke daerah di mana formasi Angkatan Bersenjata Ukraina sedang diblokir. Pengerahan ini juga dilakukan untuk memastikan keamanan permukaan jalan,” demikian laporan militer, seperti dikutip detikNews dari Al Jazeera.
Rusia juga memerintahkan warga di kawasan tersebut untuk evakuasi pada Senin (12/8/2024). Perintah itu dikeluarkan seiring dengan upaya Kremlin menahan serangan dari Ukraina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, mengatakan operasi Kyiv ini bukan dimaksudkan untuk menginvasi Kremlin, melainkan mengusir prajurit Rusia yang menyerang Ukraina dari sana.
Tykhyi berujar Rusia telah meluncurkan lebih dari 2.000 serangan dari Kursk yang menargetkan wilayah Sumy, Ukraina, sejak awal musim panas.
Serangan-serangan ini yang ingin dihentikan tentara Ukraina agar tak ada lagi nyawa warga sipil yang terancam.
“Saya ingin menekankan bahwa tidak seperti Rusia, Ukraina tidak butuh sesuatu yang merupakan milik orang lain. Ukraina tidak tertarik mengambil alih wilayah Kursk, kami ingin melindungi nyawa rakyat kami,” kata Tykhyi dalam konferensi pers di Kyiv, seperti dikutip detikNews dari Anadolu Agency, Selasa (13/8/2024).
Putin: Usir Tentara Ukraina dari Rusia
Selanjutnya, presiden Rusia Vladimir Putin memberi perintah keras terkait serangan pasukan Ukraina di wilayah Rusia. Dia meminta tentara Ukraina segera diusir dari Rusia.

Dilansir AFP, pasukan Ukraina telah melakukan serangan ke salah satu lapangan terbang militer Rusia yang berjarak ratusan kilometer dari perbatasan Ukraina pekan lalu. Otoritas wilayah setempat pun memerintahkan evakuasi karena adanya serangan drone secara ‘besar-besaran’.
Serangan tersebut merupakan serangan paling signifikan di wilayah Rusia sejak perang dengan Ukraina dimulai pada 2022. Wilayah bernama Lipetsk, yang menjadi lokasi serangan itu, berjarak 330 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Dilansir The Guardian dan Reuters, pasukan Ukraina juga bergerak menuju ke sebuah desa yang berjarak sejauh 20 kilometer di dalam wilayah Kursk, Rusia. Laporan Reuters, yang mengutip sejumlah pejabat Rusia, menyebut sekitar 1.000 tentara Ukraina menyerbu perbatasan Rusia pada Selasa (6/8/2024) dini hari lalu.
Perintah evakuasi diberikan saat militer Rusia berjuang menangkal penyerbuan pasukan militer Ukraina terhadap wilayah Kursk sejak pekan lalu.
“Musuh aktif di perbatasan distrik Krasnoyaruzhsky,” tutur Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, dalam pernyataan yang disampaikan via Telegram, seperti dilansir AFP, Senin (12/8).
“Demi kesehatan dan keamanan penduduk kami, kami mulai memindahkan orang-orang yang tinggal di Krasnoyaruzhsky ke tempat-tempat yang lebih aman,” imbuhnya. [*/UT]
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















