SuarIndonesia – Anggota Komisi Xlll DPR-RI, Pangeran Khairul Saleh, penyerapan aspirasi bersama tokoh masyarakat dan generasi muda.
Kegiatan dihadiri tokoh masyarakat dan generasi muda wilayah Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola) Kalsel, berlasung di Pendopo Ramin, Minggu (21/6/2026).
Pangeran Khairul Saleh, Anggota dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat melalui kegiatan penyerapan aspirasi serta menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dengan legislator.
Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan disampaikan. Dimana Pangeran Khairul Saleh memberikan uraian singatnya dalam kegiatan dalam perspektif berbagai sektor pembangunan.
“Aspirasi masyaratakat adalah pendekatan yang menempatkan suara, kebutuhan, dan gagasan masyarakat sebagai titik awal perencanaan pembangunan desa dan kota,” ucap Pangeran Khairul Saleh ,
Dalam penjelasan Pangeran yang juga disampaikan oleh H.Harni Arrasyid, SH bahwa untuk aspirasi masyarakat berperan penting untuk menggali dan menampung.
Karena peran aspirasi masyarakat dalam Pembangunan Desa dan arah Kebijakan “Program tidak ditentukan dari atas saja, tapi lahir dari usulan warga lewat Rumah Aspirasi, Kundapil, Kunspek,” jelasnya.
Kemudian Legitimasi Program: Karena yang merumuskan adalah warga sendiri, maka program lebih mudah diterima dan dijalankan.
Efektivitas Anggaran: Dana desa/APBD diarahkan ke masalah yang benar-benar dirasakan masyarakat, bukan proyek yang “asal ada”.
Lebih lanjut disampaikanbahwa ada beberapa perspektif *sudut pandang) pembangunan berbasis aspirasi masyarakat
Yakni perspektif ekonomi aspirasi masyarakat menjaring kebutuhan lapangan kerja. Contoh, warga minta pelatihan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) , alat pertanian, pasar desa. Hasilnya, tumbuh wirausaha, koperasi, BUMDes.
Perspektif sosial, menyorot kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, pemuda. Contoh, usulan PAUD, posyandu, pelatihan digital untuk pemuda desa.
Perspektif lingkungan, menangkap masalah lingkungan lokal. Contoh: pengelolaan sampah, irigasi, energi terbarukan, konservasi lahan.
Perspektif Tata Kelola, mendorong transparansi dan partisipasi. Warga ikut mengawasi sejak perencanaan sampai evaluasi. Ada beberapa peserta yg hadir mempertanyakan “Bagaimana mekanisme penyaluran aspirasi masyarkat”.
Ini dijelaskan langsung oleh H.Harni Arrasyid, SH, bahwa mekanisme tersebut pertam tempat menampung usulan warga secara rutin.
Penjaringan langsung saat anggota dewan turun ke dapil. Kunjungan spesifik untuk menindaklanjuti 1 isu prioritas, misal stunting atau pengangguran
Intinya kesimpulan bahwa pembangunan berbasis itu “dari warga, oleh warga, untuk warga”. “Kalau aspirasi ditampung serius dan ditindaklanjuti lewat program yang tepat, maka pembangunan jadi lebih cepat, tepat sasaran dan otomatis membuka lapangan kerja,” ucapnya. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















