“Insan Adhyaksa Jadilah Panutan”

“Insan Adhyaksa Jadilah Panutan”

Suarindonesia – Jaksa Agung HM Prasetyo. mengharapkan insan adhyaksa menjadi panutan untuk memastikan bahwa penanganan perkara tindak pidana korupsi dilakukan secara integritas dan berjalan pada jalur yang benar.

Itu diungkapkannya pada Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) Senin (10/12).

Peringatan juga dilakukan Kejaksaan Tinggi Kalimantyan Selatan (Kejati Kalsel) dengan membagikan stiker kepada pengendara yang melewati persimpangan Jalan Lambung Magkurat depan kantor Pos Banjarmasin.

Stiker yang berisi himbauan agar warga jangan melakukan korupsi dengan berbagai bahasa daerah.

Sebelumnya dilakukan apel aparat Kejati Kalsel dan Kejari Banjarmasin dengan pembina upacara Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel Ade Eddy Adyaksa.

Usai apel tersebutlah pembagian stiker untuk pengendara didahului Kepala Kejaksaan Tinggi dan staf serta lembaga swadaya masyarakat anti korupsi yang dipimpin Din Jaya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel Ade Eddy Adyaksa kepada awak media usai apel mengatakan bahwa dalam pemberantasa korupsi yang tak kalah pentingnya adalah melakukan pencegahan.

Sebab tugas seorang jaksa tidak hanya menghukum orang, tetapi bagaimana berusaha dalam perkara korupsi dapat menyelamatkan uang negara.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dalam penegakan hukum di daerah ini mungkin masih ada kekurangan kekurangan, tetapi ia berusaha tahun mendatang akan lebih baik lagi.

Soal pemberantasan korupsi tidak hanya harus menghasi produk yang banyak, tetapi lebih banyak melakukan pencegahan dengan bekerjsama dengan penegak hukum lainnya.

“Penegakan hukum bukan hal yang menakutkan, sehingga orang yang tidak bersalahkan bisa takut.

Tetapi bagaimana usaha untuk melakukan pencegahan, dan masyarakat hendaknya juga tidak melakukan pelanggaran hukum agar penegakan hukum bisa berjalan sebaik baiknya,’’ beber Ade

Sementara Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalsel Munaji yang mendampingi Kajati mengemukakan dalam tahun 2018 terdapat puluhan perkara korupsi yang ditangani.

Menurut Munaji selama tahun itu terdapat 26 perkara ditingkat penyelidikan dan ditingkat penyidikan terdapat 11 perkara.

Dalam tahun itu pula terdapat upaya hukum yang dilakukan para terdakwa yakni 22 perkara kasasi, tiga perkara banding dan delapan perkara mengajukan PK (peninjauan kembali).

Sedangkan di tingkat tututan terdapat 15 perkara sedangkan perkara yang berasal dari Polri terdapat 16 perkara korupsi dan 9 perkara pungutan liar. (ZI)

 261 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: